Dakwah

Rancangan Barat, Dibalik Ide Moderasi Agama

Oleh: Dedek Arnisah

Idemuslim.com, PENDIDIKAN — Saat ini moderasi beragama terus digaungkan. Tidak henti-hentinya serangan terhadap Islam terus diluncurkan. Moderasi beragama merupakan agenda besar yang sengaja disusun oleh Barat. Sebagaimana sebuah lembaga, Rand Corporation secara khusus didirikan oleh Barat hanya untuk meneliti sejauh mana perkembangan Islam di dunia, khususnya Indonesia.

Moderasi diartikan sebagai sikap memilih jalan tengah, berimbang, serta tidak berlebihan atau tidak ekstrem. Sehingga moderasi beragama adalah sikap yang tidak berlebih-lebihan dalam beragama. Dalam artian kita tidak boleh terlalu dalam untuk menerapkan ajaran Islam didalam kehidupan.

Justru kaum Muslim sekarang dituntut untuk menjadi Islam yang moderat, yaitu harus meyakini semua agama itu sama. Karena mereka menganggap bahwa setiap agama memiliki nilai-nilai kebenaran yang bisa diakui. Hal ini sangat berbahaya, sebab akan menjauhkan nilai-nilai Islam dari para penganutnya.

Moderasi beragama adalah upaya Barat untuk menjajah pemikiran kaum Muslimin agar mudah terpengaruh dengan pemikiran sekuler maupun liberal. Apalagi derasnya arus moderasi beragama ini didukung oleh sistem yang mempengaruhi jalannya kehidupan. sehingga secara sistemik moderasi beragama telah digaungkan dalam berbagai lini kehidupan. Sebagaimana melalui lemabaga Kementrian Agama, arus moderasi dideraskan. Dimulai dari pengaturan terhadap kurikulum pendidikan, penyusunan buku-buku moderasi, hingga gencar sekali menyemai moderasi pada anak usia dini.

Dilansir dari Jakarta, CNN Indonesia – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyebut pihaknya sedang menyiapkan materi kurikulum moderasi beragama untuk disisipkan dalam kurikulum Program Sekolah Penggerak. Nadiem mengatakan rancangan itu disusun bersama Kementerian Agama (Kemenag).

Sekolah penggerak merupakan program Nadiem yang dibuat untuk mengakselerasi sekolah negeri/swasta untuk bergerak 1 sampai 2 tahap lebih maju.

“Kami sedang merancang materi terkait moderasi beragama bersama Kemenag untuk disertakan di dalam kurikulum Sekolah Penggerak,”kata Nadiem dalam acara Peluncuran Aksi Moderasi Beragama, Kemenag lewat daring, Rabu (22/9).

Menurutnya, moderasi beragama sangat penting diajarkan. Sebab, Nadiem menilai intoleransi beragama merupakan salah satu dari tiga dosa besar pendidikan di Tanah Air.

“Tiga dosa ada di sistem pendidikan kita saat ini, dan tiga dosa tersebut nomor satu adalah intoleransi, nomor dua adalah perundungan atau bullying dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” kata Nadiem

Selanjutnya dikutip dari TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah lewat Kementerian Agama tengah mengebut penyusunan buku saku moderasi beragama dari berbagai perspektif.

Plt Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag), Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono mengatakan Kemenag memiliki beberapa Bimas.

Adiyarto menyebut, diantaranya ada Bimas Kristen, Hindu, Budha, Islam dan juga Katolik yang masing-masing Bimas tengah mendefinisikan moderasi beragama agar lebih mudah dipahami masyarakat.

“Buku saku ini memudahkan praktik apa sih yang tepat, seperti apa sih pemahaman yang paling mudah. Itu salah satu upaya memperkuat moderasi beragama,” ujarnya dalam sesi wawancara, Minggu (26/12/2021)

Selanjutnya dikutip dari Yogyakarta (ANTARA) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta mengenalkan model parenting atau pola asuh kebangsaan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi keluarga dalam menumbuhkan semangat dan jiwa nasionalisme anak sejak usia balita.

“Dari survei kecil-kecilan yang kami lakukan, peran keluarga untuk mengenalkan wawasan kebangsaan masih perlu ditingkatkan. Makanya, kami melakukan intervensi dengan mengenalkan pola asuh berwawasan kebangsaan,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta Budi Santosa di sela peluncuran Program Parenting Kebangsaan di Yogyakarta, Selasa.

Untuk memperkenalkan dan merealisasikan program parenting kebangsaan tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta menggandeng Kampung KB yang sudah ada di tiap kelurahan.

Saat ini, pilot project dilakukan di satu kampung KB di tiap kelurahan, dengan fokus pelaksanaan di dua kampung KB yang berada di Kelurahan Notoprajan dan Sosromenduran.

Ada Apa di Balik Gencarnya Moderasi Beragama?

Kekhawatiran Barat akan terancamnya eksistensi mereka di dunia, menyebabkan mereka harus berpikir keras untuk mempertahankan hegemoni mereka. Berbagai upaya terus dilancarkan, bahkan sampai menggandeng tangan rezim untuk menjalankan serangan. Sehingga Barat dengan mudah membuat strategi agar serangan mereka tepat sasaran.

Baca Juga :

Barat sangat meyakini bahwa Islam akan kembali tegak. Sehingga mereka berupaya keras untuk menghambatnya dengan berbagai cara, termasuk mengelabui kaum Muslim dengan agenda besar mereka, yaitu menderaskan proyek moderasi beragama. Moderasi beragama adalah agenda besar Barat yang harus kita waspadai.

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, sangat jelas sekali bahwa Barat menginginkan kaum Muslim jauh dari ajaran agamanya, strategi ini digunakan untuk menghalangi tegaknya Islam secara totalitas Apalagi banyak istilah-istilah yang mereka bentuk seperti Islam moderat, Islam radikal, Islam tradisional, dan lain-lain yang tujuannya untuk mengadu domba kaum Muslim agar terpecah-belah.

Apa yang harus kita lakukan?

Gencarnya upaya moderasi ini tentu berlawanan dengan dakwah penerapan Islam secara Kaffah. Mengkaji dan menerapkan ajaran Islam secara keseluruhan. Sebab Allah Ta’ala telah memberikan peraturan hidup yang disempurnakan didalam Alqur’an. Mengokohkan aqidah Umat dengan mendakwahkan Islam Kaffah, agar Umat semakin paham bahwa Islam akan membawakan rahmatnya didalam kehidupan ketika kita menerapkan Syariat-Nya secara keseluruhan.

Tentu, setiap muslim yang sadar akan fakta tersebut, tidak boleh tinggal diam! Mereka harus senantiasa menyampaikan amar maruf, menjelaskan dakwah kepada segenap umat bahwa moderisasi Islam, bukanlah bagian dari khazanan pemikiran islam baik di jaman Nabi, para salaf, atau ulama-ulama mukhtabar. Ide ini, bahkan tidak bersumber dari ajaran Islam, melainkan ide barat, yang ingin mengkotak-kotakkan Islam, dan menggiring Islam sesuai pemahaman mereka. Wallahu ‘alam []

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button